Posts tagged teknologi honda

sabuk

ELR (Emergency Locking Retractor) Pretensioner Seatbelts

APAKAH SISTEM ELR?

ELR atau Emergency Locking Retractor adalah sabuk pengaman pretensioner yang dilengkapi dengan pembatas beban yang dipasangkan pada kursi penumpang depan. Sabuk pengaman ELR juga dipasangkan pada kursi penumpang belakang semua kendaraan produk Honda.

MENGAPA SISTEM ELR PERLU?

Sabuk pengaman pretensioners dengan pembatas beban menyediakan perlindungan tambahan untuk sabuk pengaman ELR standar pada saat kecelakaan.

BAGAIMANA SISTEM ELR BERFUNGSI? (more…)

gcon

G-CON

0

G-CON mengurangi resiko dari kecelakaan pada penumpang di kursi belakang jika terjadi kecelakaan dengan cara menyerap energi benturan. Beberapa area bodi panel terbuat dari baja regangan tinggi (high tensile steel), ditambah dengan batang pelindung baja disetiap pintu. Teknologi G-Con ini telah diuji pada mobil honda dengan kecepatan 55 km/jam dan 64.

Tehnologi G-CON menambah keamanan dan kenyaman dalam berkendara. G-CON di terapkan di semua Line Up MobilHonda.

vcm

Variable Cylinder Management (VCM)

Variable Cylinder Management (VCM)

 

Performa mesin 3,5 liter V6 i-VTEC pada All New Full Size Honda Accord semakin disempurnakan dengan penambahan teknologi Varible Cylinder Management (VCM), yang mampu mengatur jumlah silinder yang aktif dalam melakukan pembakaran sesuai dengan beban mesin, medan yang dilalui, serta kecepatan kendaraan.

Cara Kerja VCM

- Beban Mesin Berat

Pada saat mobil membutuhkan tenaga, seperti dalam keadaan mendaki atau akselerasi, VCM mengatur mesin agar beroperasi penuh dengan 6 silinder yang bekerja secara bersamaan untuk pembakaran bahan bakar yang optimal dan menghasilkan kekuatan yang besar.

- Beban Mesin Sedang

Saat kendaraan melaju dengan kecepatan sedang atau melakukan akselerasi dengan perlahan, VCM menutup dua buah katup sehingga mesin bekerja dengan 4 silinder, untuk menghasilkan keseimbangan optimal antara tenaga dan efisiensi bahan bakar.

- Beban Mesin Rendah

Pada saat kendaraan bergerak dalam kecepatan rendah atau dalam kondisi cruising, maka hanya 3 silinder segaris yang bekerja untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

tbs

Torque boost resonator

mengubah aliran udara yang tersedot oleh air intake menjadi udara bertekanan dan tinggi.

 Aliran campuran udara dan bahan bakar berkecepatan tinggi itu menciptakan gerakan udara berputar seperti layaknya efek angin tornado.

 Efek tersebut menghasilkan tekanan tinggi pada langkah kompresi untuk memberikan torsi dan tenaga kuda yang lebih maksimal.

 Teknologi Torque Boost Resonator telah diterapkan pada mesin i-VTEC yang digunakan pada model Accord 3.5 L, Civic, CR-V, All New Jazz, dan All New City.

http://www.honda-indonesia.com/technology/225/torque-boost-resonator
idtec

Tehnologi Mesin i-DTEC Honda

Teknologi Mesin i-DTEC Honda

 

Inovasi Honda untuk mengembangkan mesin dengan tingkat efisiensi bahan bakar yang tinggi serta ramah lingkungan terwujud lewat teknologi mesin diesel yang diberi nama i-DTEC. Teknologi mesin ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2007 di acara 40th Tokyo Motor Show di Tokyo, Jepang dan juga Frankfurt Motor Show di Jerman.

Mesin i-DTEC memenuhi standar emisi EURO 5 dan juga mempunyai keunggulan karena memiliki catalytic converter yang tidak dimiliki oleh varian mesin lainnya. Catalyc converter ini kemudian membantu mereduksi Nitrogen oksida (NOx) pada sistem saluran pembuangan (exhaust) pada temperature 200 hingga 300 derajat Celcius, yaitu suhu rata-rata pembakaran sebuah mesin diesel pada umumnya.

Mesin i-DTEC

Setelah diperkenalkan pada ajang tersebut, mesin i-DTEC pertama kali digunakan pada Honda Accord Euro dan Honda Accord Tourer keluaran tahun 2008 yang mengusung mesin diesel 2200 cc (2,2 liter). Honda Accord Euro dan Accord Tourer dipasarkan di kawasan Eropa, Afrika, dan Jepang.

Brand premium ACURA juga mulai mengadopsi teknologi mesin diesel Honda ini pada tahun 2009 dimana ACURA TSX i-DTEC untuk pertama kalinya diperkenalkan pada ajang North American International Motor Show 2009. Pada tahun 2010, setelah Accord Euro & Accord Tourer, Sports Utility Vehicle (SUV) Honda CR-V mengikuti jejak dua model Honda Accord di atas dengan menggunakan mesin i-DTEC berkapasitas 2,2 liter. Honda CR-V i-DTEC baru dipasarkan di Eropa dan Afrika saja.

New Honda Accord Euro 2,2 l i-DTEC

Di tahun 2011, model facelift dari Honda Accord Euro dan Accord Tourer kembali menggunakan mesin i-DTEC Honda dan diperkenalkan pada ajang 81st Geneva International Motor Show di Geneva, Swiss. Pada tahun 2012 mendatang, salah satu model Honda Civic akan menggunakan mesin i-DTEC tersebut.

Sumber: http://www.greencarcongress.com/2007/09/honda-displays-.html

ivtec

V-TEC

Sistem ini merupakan hasil karya para insinyur Honda yang telah menciptakan keunggulan “dua mesin dalam satu” … yaitu sistem revolusioner Variable Valve Timing and Lift Electronic Control (V-TEC).

Mesin ini menjadi salah satu selling point tersendiri bagi produk honda dan diterapkan diseluruh produk mobil Honda yang ada di Indonesia. Keunggulan mesin ini  sudah terbukti membantu menambah torsi dan menambah irit bahan bakar mobil honda, Tak berlebihan bila mesin Vtec ini menjadi salah satu tehnologi standart yang diterapkan bagi semua line up produk Honda.

air bag

Air Bag

Sesuai dengan namanya, SRS atau Air Bag pada mobil honda diciptakan sebagai alat tambahan dari perlindungan yang sudah ada pada sabuk pengaman di saat kecelakaan — walaupun ini bukanlah satu-satunya sistem pelindung kecelakaan.

Anda harus selalu menggunakan sabuk pengaman baik ada maupun tidaknya SRS di kendaraan anda.

SRS terdiri dari satu ataupun lebih satu kantung pelindung yang bisa dipompa yang berfungsi untuk melindungi kepala dan rongga tubuh atas dari penumpang pada saat terjadinya benturan arah depan.

Standar penempatan dari SRS adalah di tengah stir mobil. Secara berkelanjutan, SRS juga dilengkapi untuk penumpang kursi depan dan juga di bagian atas dashboard.

Di saat benturan arah depan yang keras yang dapat membuat penumpang terpental keluar dari kendaraan karena kurang kuatnya sabuk pengaman. Kantung udara dapat meresap dan memperlambat benturan depan terhadap kepala dan mengurangi cedera terhadap rongga tubuh. (more…)

padle

Paddle Shift

Paddle Shift merupakan teknologi transmisi yang memungkinkan pengemudi dapat memindahkan gigi secara manual dengan cara menekan tuas yang berada di belakang setir.

Fitur paddle shift dapat diaktifkan dengan cara menekan tuas (paddle) saat mobil sedang berada di posisi transmisi D atau S.

Saat diaktifkan pada posisi D, paddle shift akan beroperasi dengan metode semi manual, dimana transmisi akan berubah secara otomatis saat mesin mendeteksi waktu pergantian gigi, namun pengemudi tidak menekan tuas.

Sementara jika diaktifkan pada posisi S, paddle shift akan bekerja secara manual sepenuhnya, sehingga memungkinkan pengemudi sepenuhnya mengendalikan pergantian gigi layaknya mobil bertransmisi manual.

Paddle Shift memberikan tingkat akselerasi dan torsi yang lebih tinggi, sekaligus dirancang secara ergonomis seperti yang biasanya terdapat pada sebuah mobil F1.

Teknologi paddle shift telah diterapkan pada Honda Civic, All New Honda Jazz dan All New Honda City.

[http://www.honda-indonesia.com/technology/226/paddle-shift]

oli

Mengenal Pelumas Kendaraan

(APG) – Sering kita menjumpai pelumas yang juga memiliki standard selain API Service, yaitu standard ACEA. Misalnya tertulis ACEA A3/B4

 Apa itu standard ACEA ?

ACEA adalah singkatan dari Association des Constructeurs Europeens d’Automobiles atau Asosiasi Produsen Mobil Eropa.

ACEA Ax : Pelumas Mesin Bensin / Gasoline

ACEA Bx : Pelumas Mesin Diesel kendaraan penumpang

ACEA E : Pelumas Mesin Diesel kendaraan besar seperti Truk, Bus, Alat Berat, dll.

A1/B1
Pelumas yang ditujukan untuk mesin Bensin dan Diesel kendaraan penumpang (B1) yang di desain untuk menggunakan pelumas dengan viskositas rendah / encer. Penggunaan pelumas kategori ini harus mengacu kepada buku manual kendaraan yang bersangkutan. (more…)

abs

ABS

ABS (Anti Lock Braking system)

Sebuah sistem yang mencegah roda mengunci dalam pengereman mendadak, atau ketika kendaraan melintas di permukaan licin, dan menjaga agar kendaraan tetap terkendali. Sistem ini memungkinkan pengendara terlindungi dari potensi kecelakaan yang disebabkan oleh roda yang mengunci dan membuat kendaraan tak terkendali.

MENGAPA ABS PERLU?

Ketika pedal rem diinjak, roda dapat terkunci bahkan sebelum kendaraan berhenti total. Dalam peristiwa ini, daya manuver kendaraan akan sangat berkurang dan terkadang hilang sama sekali, terutama bila roda depan yang terkunci ( kendaraan akan selalu bergerak searah dengan dengan gaya beratnya ke manapun anda menggerakkan roda kemudi). Hal yang sama juga terjadi pada stabilitas pengendalian kendaraan anda, apabila roda belakang yang terkunci (gaya berat bagian belakang kendaraan yang tidak tertahan akan menyebabkan kendaraan menjadi berputar).

DIMANA ABS DIDAPATKAN?

Honda ABS adalah perangkat yang terintegrasi dalam sistem pengereman, bukan perangkat tambahan. Posisinya terpasang di antara master silinder dan roda rem dan perangkat ini berfungsi pasif dalam pengereman normal.

BAGAIMANA ABS BERFUNGSI?

Setiap as roda memiliki rotor atau piringan yang bergigi 50 yang berputar dengan kecepatan yang sama dengan roda kendaraan. Setiap rotor dipasangi sensor yang mengubah kecepatan roda menjadi impuls listrik. Seluruh impuls listrik dari keempat roda dikirim ke komputer pusat yang terpasang pada kendaraan. Komputer ini membandingkan kecepatan dan percepatan dari tiap roda kendaraan.Sistem rem utama dilengkapi dengan “modulator”. Modulator ini berfungsi mengontrol besarnya tenaga pengereman pada setiap roda kendaraan berdasarkan perintah dari komputer ABS. Dalam situasi pengereman normal, peran ABS tidak berpengaruh dan hal ini juga berlaku bagi pengereman di bawah kecepatan 10 kilometer per jam.Dalam pengereman, apabila salah satu roda melambat lebih cepat (akan terjadi penguncian), maka hal ini akan terdeteksi oleh komputer. Komputer kemudian memerintahkan modulator untuk menyesuaikan besarnya tenaga pengereman bagi roda tersebut, sehingga roda itu tidak mengunci. Komunikasi antara roda – komputer pusat – modulator terjadi berkali-kali dalam sedetik. Dalam setiap kesempatan, penyesuaian ini terus-menerus dilakukan sampai roda yang bersangkutan berputar dengan kecepatan pengereman yang sama dengan roda yang lainnya sehingga menjamin adanya pengereman yang optimal. Selama proses penyesuaian ini berlangsung, apabila terasa “hentakan balik” atau “denyut” pada pedal rem, adalah hal yang normal.

http://www.honda-indonesia.com/technology/20/abs-%28anti-lock-braking-system%29
Go to Top